Bondowoso,SERU- Komandan Kodim 0822 (Dandim) Bondowoso, Letkol Inf. Jadi memastikan insinden  penusukan terhadap Menkopolhukam (Meneri Koordinator Politik, Humum dan Kemananan) RI, Wiranto oleh orang tidak dikenal di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10/2019), tidak mempengaruhi kondusifitas Bondowoso. ”Kondusifitas keamanan Bondowoso tetap terjaga, meskipun beberapa hari terakhir sempat diwarnai aksi unjuk rasa,”  kata Dandim Jadi.

Namun, untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan terjadi di Bondowoso, menurut dia, Kodim 0822 dan jajaran koramil bersama satuan keamanan dan ketertiban lain dengan tetap meningkatkan kewaspadaan. ”Tentunya, kami tetap memperketat penjagaan pengamanan di wilayah Bondowoso agar tetap kondusif, terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih,” jelasnya.

Insiden penusukan terhadap Menkopolhukam RI, Jenderal TNI (Purn) Wiranto terjadi di Alun-alun Menes pada 10 Oktober 2019, saat akan naik mobil dinas selesai meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Marthla’ul Anwar, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang Banten. Mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan dan Panglima ABRI (Menhankam/Pangab) era Presiden RI (alm) Soeharto, ini ditusuk oleh Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitria Andriana, anggota bagian Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

Akibat insiden, ini Wiranto yang pernah menjabat Kepala Staf Brigif Raider 9 Kostrad Jember, Jatim, ini mengalami dua luka tusukan di perut. Awalnya, dia  mendapatkan perawatan di RSUD Berkah, Pandeglang. Namun, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Selain Wiranto, tiga orang juga terkena tusukan pelaku. Yakni, ajudan Wiranto, Kapolsek Menes Pandeglang Kompol Daryanto, dan pegawai Universitas Mathla’ul Anwar. (ido)

Tinggalkan Balasan