• Buntut kerusakan LED di Rumah Pintar Pemilu Nasional (RPPN) Kota Batu di Jatim Park I

Batu, SERU.co.id – Bingung dan bimbang, itulah ungkapan yang pas dirasakan oleh GNH, pelajar yang tak sengaja diduga merusak LED milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Rumah Pintar Pemilu Nasional (RPPN) Jatim Park I.

Pelajar asal Kota Tegal, Jawa Tengah ini ternyata hidup dalam keterbatasan. Sekarang ia hanya bisa meratapi nasibnya, hati kecilnya ia sangat bersalah, dia bersama orangtuanya pun memiliki keinginan mendatangi KPU, namun apa daya tidak memiliki biaya untuk transportasi serta mengganti barang yang rusak.

Keluarga pra sejahtera tersebut hidup di rumah sederhana bertembok lusuh dan atap yang sudah berlubang. Apalagi kondisi ayahnya berinisial JS sekarang menderita stroke. Ibunya (S), hanya memiliki penghasilan dari berdagang kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pelajar kelas XI ini pun mengaku bingung, apalagi pihak KPU dan Tour Leader (TL) sudah menghubungi sekolah dan guru. Orangtuanya bersama dia pun juga sudah dipanggil oleh sekolah dan dijelaskan kronologis masalah tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Zainal Abidin, rekanan biro travel pariwisata dan perwakilan dari SMKN 1 Tegal. Dia membenarkan jika kemarin Ketua KPU Kota Batu memberikan dua pilihan, yakni mengganti secara penuh atau dipolisikan. Itu diungkapkan olehnya di forum. Bahkan dia juga membenarkan sudah mendatangi KPU mewakili pihak sekolah.

“Jujur saya menyayangkan dengan yang disampaikan oleh KPU yang meminta pergantian alat secara penuh tanpa adanya keringanan potongan harga,” keluhnya, Selasa (11/2/2022).

Padahal keadaan siswa jurusan Perhotelan tersebut merupakan sosok dari keluarga yang kurang berada. Apalagi, pihak sekolah juga mengaku tidak memiliki anggaran untuk mengganti fasilitas yang dirusak, namun tetap mau bertanggung jawab dengan jangka waktu yang ditentukan.

“Kami sebenarnya ingin bertanggungjawab, tapi belum ada biaya dari keluarga pelajar itu, sekolah dan pihak kami. Jujur kami kebingungan,” ungkapnya.

Merasa prihatin dengan hal tersebut, MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu berencana akan melakukan penggalangan dana untuk membantu pihak sekolah. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu, Endro Wahyu mengatakan, dirinya mendapat informasi kalau sekolah memilih untuk mengganti barang yang dirusak muridnya, sebab khawatir jika masalah ini berlarut-larut.

Tapi pihak sekolah mengaku bingung mencari dana untuk membeli barang sesuai spesifikasi yang dirusak muridnya. Sedangkan anggaran sekolah, tidak ada yang dialokasikan untuk hal-hal semacam itu. Di sisi lain, seperti dikatakan Hendro, berdasarkan komunikasinya dengan pihak sekolah, orangtua siswa yang diduga merusak monitor adalah rakyat miskin.

“Atas pertimbangan itulah, kami memiliki dorongan untuk membantu agar ini tidak berlarut-larut,” tegas Hendro.

Baca juga : Jika Tak Ada Upaya Kekeluargaan, KPU Batu Bakal Polisikan Pelajar

Sosok GNH yang diduga pelaku perusakan, terekam cctv. (ist)

Hendro menjelaskan, peristiwa tersebut tidak elok jika harus diselesaikan di meja hijau. Menurutnya, cara kekeluargaan lebih tepat untuk mencari solusinya. Hendro juga mengingatkan KPU Batu, agar bisa menjaga dan merawat aset-asetnya dari kemungkinan kerusakan.

Pasalnya, kejadian rusaknya monitor KPU harus menjadi pembelajaran agar di kemudian hari tidak terulang kembali peristiwa serupa. “KPU sendiri harus hati-hati menaruh aset negara di sebuah keramaian yang tanpa ada pengawasan dan pengamanan,” katanya.

MPC PP Batu akan mengumpulkan seluruh kadernya pada Rabu (12/2/2020). Dalam koordinasi itu, MPC PP Batu akan mengambil sikap untuk membantu biaya ganti. Kabarnya, dibutuhkan dana hingga sekitar Rp 18 juta untuk mengganti monitor yang rusak.

Di akhir, Hendro berharap kasus tersebut segera selesai. Ia tidak ingin timbul kesan horor terhadap Kota Batu akibat peristiwa tersebut. Padahal, Kota Batu merupakan tujuan wisata.

Terpisah, Ketua Lembaga Bantuan dan Perlindungan Hukum (LBPH) MPC Pemuda Pancasila Kota Batu, Sulianto, sangat menyayangkan dengan keputusan pemberian opsi yang dilakukan oleh KPU. Apalagi dikatakan bahwa pihak KPU tidak memberikan pendamping aset negara tersebut, untuk memberikan edukasi dan menunjukkan cara pakai fasilitas di RPPN.

“Kami akan upayakan mencari galangan dana dari ormas Pemuda Pancasila di Kota Batu,” tukas dia.

Sebelumnya, layar monitor milik KPU Batu yang berada di Jatim Park 1 rusak. Kerusakan itu diduga dilakukan oleh pelajar yang berwisata ke Jatim Park 1 pada 4 Februari 2020. Berdasarkan rekaman gambar CCTV yang ditunjukkan oleh KPU Batu, seorang anak bertopi menyentuh monitor dengan tekanan, kemudian monitor mengalami kerusakan.

Ketua KPU Batu Mardiono mengatakan, pelaku merupakan pelajar SMK yang berasal dari luar Provinsi Jawa Timur. Namun Mardiono belum bisa menjelaskan detail identitas pelaku dan nama sekolah. “Sedang kami upayakan penyelesaian dengan cara kekeluargaan. Kami belum bisa menyebut nama sekolahnya,” kata Mardiono, beberapa waktu lalu.

Akibat kejadian tersebut, layar monitor di Rumah Pintar Pemilu Nasional (RPPN) tidak bisa dioperasikan. Dikatakan Mardiono, pihaknya sudah berupaya untuk memperbaiki kerusakan. Namun berdasarkan keterangan teknisi, perbaikan tidak bisa dilakukan, yang artinya harus mengganti barang baru. (rka/rhd)

Tinggalkan Balasan