• Sasar Mahasiswa & Masyarakat Terdampak Covid-19

Malang, SERU.co.id – Sebagai bentuk kepedulian, Keluarga Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Universitas Negeri Malang (GMNI UM) melakukan Aksi Kemanusiaan Lawan Covid-19 dengan membagikan sembako dan alat kesehatan (hand sanitizer dan masker) kepada mahasiswa dan masyarakat terdampak Covid-19, serta melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa titik lokasi.

Ketua Komisariat GMNI UM, Dinas Iriandana, mengatakan tujuan dan sasaran utama dari aksi kemanusiaan ini adalah pemberian sembako dan dan alat kesehatan (hand sanitizer dan masker) kepada 116 mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM), yang hingga saat ini masih belum bisa kembali ke daerahnya masing-masing akibat pandemi Covid-19.

“Sasaran lainnya, bantuan juga disalurkan pada para pejuang ekonomi arus bawah, seperti tukang becak, tukang ojek, pedagang kaki lima, masyarakat kurang mampu dan lainnya, baik di sekitar Kampus UM dan Kota Malang. Dimana pendapatannya menurun bahkan harus tutup akibat pandemi ini,” jelas Dinas, didampingi Doni Maulana, Sekretaris Komisariat GMNI UM, kepada SERU.co.id, Jumat (3/4/2020).

Dinas Iriandana dan Doni Maulana, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Sementara, wilayah yang menjadi target penyemprotan disinfektan yaitu di daerah Mergan dan Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. “Rencananya, rangkaian aksi kemanusiaan akan dilakukan bertahap dalam beberapa hari,” imbuh Dinas.

Rangkaian aksi kemanusiaan dimulai dengan kegiatan open donasi melalui media sosial sejak Senin (30/3/2020). Dari hasil open donasi mahasiswa, dosen, karyawan UM, dan masyarakat umum, serta dana gotong royong Keluarga GMNI UM terkumpul dana sebesar Rp 30.125.000. Hasil donasi dialokasikan untuk pembelian hand sanitizer, masker, serta sembako dengan rincian: 300 botol hand sanitizer, 200 masker, 1 ton beras, 200 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir dan puluhan dus mie instan.

Aksi Kemanusiaan Lawan Covid-19 dimulai di depan pintu masuk UM Jl. Semarang, Jumat (3/4/2020), yang ditandai dengan penyerahan bantuan simbolis kepada perwakilan mahasiswa Bidikmisi UM dan masyarakat kurang mampu. Selanjutnya, sekitar 30 relawan GMNI UM menyebar dibagi per cluster berdasarkan kecamatan mahasiswa berada (Sukun, Klojen, Lowokwaru, Blimbing, dan Kedungkandang), dengan mendatangi kos/kontrakan mereka.

“Alhamdulillah, saya sangat berterimakasih dapat bantuan ini. Karena cukup membantu di saat kondisi seperti ini, warung banyak yang tutup, jauh dari orang tua,” ungkap Shinta May Diani, mahasiswi semester 4 jurusan Sejarah FIS UM, asal Nganjuk.

Masyarakat kurang mampu pun tak luput dari sasaran bantuan dari GMNI UM. (rhd)

Sementara, pembagian paket sembako dan alat kesehatan kepada pejuang ekonomi bawah (tukang ojek, tukang becak, pedagang keliling) dan masyarakat tidak mampu, selain di sekitaran Kampus UM, juga menyasar Jalan Galunggung, Sekitaran Pasar Mergan hingga Pasar Besar.

“Semoga melalui Aksi Kemanusiaan Lawan Covid-19 Keluarga Besar GMNI UM ini bisa sedikit meringankan beban, mencukupi kebutuhan pangan dan kesehatan mereka selama adanya pandemi ini. Sekaligus ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini,” tandas Dinas. (rhd)

Tinggalkan Balasan