Bondowoso, SERU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso berencana merelokasi SDN Sempol 1 Kecamatan Ijen Bondowoso ke lokasi yang lebih aman dari bencana banjir. Rencana relokasi ini dikatakan Wakip Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat saat meninjau Desa Sempol bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat Harimas, Minggu (15/3/2020).

            Wabup Irwan mengatakan, rencana merelokasi SDN Sempol 1 Ijen ke lokasi yang lebih aman dari bencana banjir menjadi prioritas. Mengingat, bangunan sekolah ini menjadi langganan terdampak banjir di Kecamatan Ijen. ”Karena itu, Pemkab Bondowoso akan segera merelokasi SDN Sempol 1 Ijen ini. Kalau tidak direlokasi, sangat berbahaya jika banjir terjadi tiba-tiba saat jam pelajaran berlangsung. Karena, lokasinya persis sebelah saluran air limpahan dari atas,” katanya.

            Sementara Kepala Disdikbud Harimas menjelaskan,banjir bandang menerjang Desa Sempol dan Desa Kalisat Kecamatgan Ijen, Sabtu sore (14/3/2020) lalu  mengakibatkan SDN Sempol 1 mengalami rusak parah. Sejumlah ruang kelas, ruang guru, rumah dinas kepala sekolah, ruang perpustakaan, dan MCK sekolah rusak parah digenangi lumpur dengan ketinggian lebih satu meter. ”Banjir lumpur sekarang lebih tinggi dibandingkan banjir lumpur pada 29 Januari 2020 yang ketinggiannya sekitar 60 cm,” jelasnya.

AKAN DIRELOKASI: Wabup Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat (kiri) berbincang dengan Kepala Disdikbud Harimas (tengah) rencana relokasi ASDN Sempol 1 Ijen. (guido/SERU.co.id)

            Akibat banjir bandang, ini menurut Harimas, siswa SDN Sempol 1 diliburkan. Mengingat, fasilitas sekolah yang tersedia tidak memungkinan digunakan kegiatan belajar mengajar siswa dan guru. ”Melihat kondisi sekolah, tidak mungkin siswa belajar di sekolah. Karena itu, siswa diliburkan sepekan hingga dua pecan ke depan,” katanya.

            Banjir bandang kali kedua yang melanda Desa Sempol dan Desa Kalisat Kecamatan Ijen, Sabtu sore (14/3/2020) lalu lebih parah dibandingkan banjir bandang pada 29 Januari 2020 lalu. Karena, banjir bandang kali ini mengakibatkan 316 rumah warga Desa Sempol dan  Desa Kalisat mengalami rusak dan terendam lumpur bercampuir pasir serta kayu-kayu berukuran besar.

            Paska banjir pada Minggu (15/3/2020) dan Senin (16/3/2020), ratusan prajurit TNI Kodim 0822 dan Yonif Raider 514 Kostrad, polisi Polres Bondowoso, BPBD, instasi lain, dan masyarakat dibawah pimpinan Dandim 0822 Letkol Inf. Jadi dan Kaolres AKBP Erick Frendriz bergotong royong membersihkan lumpur banjir, kayu-kayu, dan saluran air dari sampah.  Mereka juga mendirikan dapur umum dan pos kesehata untuk warga terdampak banjir. (ido)

Tinggalkan Balasan